Situs Resmi Pemerintah Provinsi Kalsel

12/03/2010
  • Hujan Ringan
    Banjarmasin
    23-33°C
  • Hujan Ringan
    Balangan
    23-33°C
  • Hujan Ringan
    Hulu Sungai Utara
    23-33°C
  • Hujan Ringan
    Hulu Sungai Tengah
    23-33°C
  • Hujan Ringan
    Hulu Sungai Selatan
    23-33°C
  • Hujan Sedang
    Tapin
    24-33°C
  • Hujan Sedang
    Batola
    24-33°C
  • Berawan
    Tanah Bumbu
    24-32°C
  • Berawan
    Kota Baru
    24-32°C
  • Hujan Sedang
    Tanah Laut
    24-32°C
  • Hujan Ringan
    Kab. Banjar
    24-32°C
  • Hujan Ringan
    Banjarbaru
    24-32°C
  • Hujan Ringan
    Tabalong
    23-33°C
Surel Cetak PDF

Peternakan

PEMBANGUNAN PETERNAKAN KALIMANTAN SELATAN


 
 Image

VISI

TERWUJUDNYA KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI DAERAH SUMBER BIBIT SAPI POTONG TAHUN 2010

MISI

  1. Menciptakan Peternak Mandiri
  2. Mewujudkan Ketahanan Pangan
  3. Menghasilkan Produk Unggulan yang Berdaya Saing Tinggi
  4. Menciptakan Lapangan Kerja Produktif
  5. Mengoptimalkan Potensi dan Menjaga Kelestarian Sumber Daya Alam
  6. Menumbuhkan Pusat-pusat Perbibitan.

KEBIJAKAN YANG DITEMPUH

  1. KEBIJAKAN PUBLIK
  2. KEBIJAKAN SWASEMBADA SAPI POTONG
  3. KEBIJAKAN SUMBER BIBIT
  4. KEBIJAKAN MEMPERKUAT SUBSTITUSI
  5. KEBIJAKAN KELEMBAGAAN
  6. KEBIJAKAN PERMODALAN
  7. KEBIJAKAN SARANA PRASARANA
  8. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PAKAN
  9. KEBIJAKAN MEMPERKUAT KERJASAMA DENGAN INSTITUSI LAIN

KEBIJAKAN PUBLIK

APARAT MEMBERIKAN PELAYANAN PRIMA KEPADA MAYARAKAT YANG MEMERLUKAN TEKNOLOGI, MENDAPATKAN PERMODALAN, INFORMASI PASAR, DLL

KEBIJAKAN SWASEMBADA

  1. SAPI POTONG TUMBUH 5% PER TH
  2. MEMASUKKAN BIBIT 5000 EKOR SAMPAI TERCAPAI SASARAN SWASEMBADA
  3. MENINGKATKAN KELAHIRAN 20%
  4. MEMPERTAHANKAN ANGKA KEMATIAN DI BAWAH 2%
  5. MENURUNKAN PEMOTONGAN TERNAK BETINA PRODUKTIF HINGGA TINGGAL 8,5%
  6. MELAKSANAKAN IB 25.000 DOSIS DAN HASIL KELAHIRAN 15.000 EKOR
  7. MENANAM HMT 50 HA PER TAHUN

KEBIJAKAN SUMBER BIBIT

LATAR BELAKANG:

  1. LAHAN COCOK UNTUK SAPI BAHKAN UNSUR HARANYA MENDUKUNG SAPI KEMBAR
  2. POTENSI HIJAUAN ALAMI 850.000 EKOR DAN LIMBAH SAWIT 650.000 EKOR = 1,5 JUTA EKOR
  3. SEJAK TH 2000 TERJADI PENGELUARAN SAPI BIBIT DAN PADA TAHUN 2006 TERCATAT DI CHECK POINT BATOLA SEBANYAK 1.791 EKOR TUJUAN KE KALTENG, 5.420 EKOR DI CHECK POINT PASAR PANAS KAB.TABALONG DAN 39 EKOR DI CHECK POINT SENGAYAM KAB.KOTABARU
  4. KELOMPOK SUDAH JALAN DAN SIAP MENERIMA INOVASI BARU

KEBIJAKAN MEMPERKUAT SAPI POTONG

  • PENGEMBANGAN KERBAU
  • Meningkatan produksi dan produktivitas melalui inseminasi buatan
  • Memperkuat instalasi IB kerbau
  • SAPI PERAH
  • Mengembangkan pada peternak yang berpengalaman di lokasi dekat perkotaan
  • KAMBING DAN DOMBA
  • Membangun sentra perbibitan dan meningkatkan mutu ternak lokal
  • KUDA, BABI DAN ANEKA TERNAK
  • Pengembangan ternaknya secara alami pada kalangan terbatas

KEBIJAKAN MEMPERKUAT SUBSTITUSI SAPI POTONG

  • AYAM BURAS
  • Mengembangkan pusat perbibitan
  • Pengendalian penyakit
  • Memanfaatkan anak sekolah dasar untuk berusaha
  • ITIK
  • Mengembangkan pusat perbibitan
  • Menambah modal usaha untuk meningkatkan skala usaha
  • AYAM RAS
  • Meningkatkan produksi dengan teknologi canggih
  • Dilaksanakan swasta

KEBIJAKAN PERMODALAN

  1. Modal berupa bibit ternak dari APBN dan APBD
  2. Mengalokasikan anggaran untuk penjaminan
  3. Melaksanakan kemitraan
  4. Meneruskan penguatan modal kelompok
  5. Menggaet pemilik modal ke usaha peternakan

KEBIJAKAN KELEMBAGAAN

  1. Identifikasi kelompok
  2. Legalisasi kelompok
  3. Menumbuhkan kelompok baru
  4. Fasilitasi kelompok binaan
  5. Meningkatkan motivasi
PROFIL USAHA PETERNAKAN DI KALIMANTAN SELATAN
DITINJAU DARI ASPEK BUDIDAYA


A. Sapi Potong
Model pembibitan dan penggemukkan sapi potong telah berkembang di Kalimantan Selatan dengan adanya pusat-pusat pertumbuhan usaha ternak. Penyebaran dan pemanfaatan ruang pada kawasan peternakan diatur sebagai berikut :
•    Daerah pusat pemurnian ternak sapi Bali di Kabupaten Barito Kuala
•    Daerah pusat pembibitan ternak sapi meliputi Kabupaten Tanah Laut, Tabalong, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Hulu Sungai Tengah dan Barito Kuala
•    Daerah pengembangan sapi potong meliputi Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru, Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Balangan dan Tabalong.
Usaha ternak sapi potong berkembang di Kalimantan Selatan umumnya dilakukan secara individu atau berkelompok namun berada dalam satu kawasan dengan sistem pemeliharaan secara intensif/semi intensif.
Jumlah kepemilikan bervariasi antara 2-10 ekor/peternak. Pakan rumput alam masih dominan, pemberian Urea Mineral Mollases Block (UMMB) sudah memasyarakat sebagai tambahan mineral. Pakan lainnya adalah jerami tanaman seperti jagung, padi dan kacang-kacangan dan limbah industri. Kotoran ternak sudah dimanfaatkan menjadi kompos dan biogas. Pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan serat/konsentrat juga telah dilakukan terutama di daerah-daerah penghasil limbah sawit seperti Kabupaten Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru serta dilokasi penggemukkan sapi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
B. Ternak Kambing
Usaha tani ternak kambing dilakukan secara individu atau berkelompok dalam satu kawasan yang dipelihara secara intensif. Jenis ternak kambing yang dipelihara adalah kambing Kacang dan PE dengan jumlah pemilikan 5-15 ekor/peternak. Pakan yang diberikan sebagian besar berasal dari dedaunan dan hijauan, juga diberikan konsentrat seperti dedak dan gaplek. Pengembangbiakannya sebagian besar dilakukan secara kawin alam sedangkan kawin suntik telah dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut dan Barito Kuala.
C. Ternak Unggas
1. Broiler
Dengan populasi 20 juta ekor per tahun, rata-rata kebutuhan setiap hari 40.000 ekor. Angka kematian 2-3%.
Sistem pemeliharaan: konvensional sistem. Dan untuk input produksi (bibit/DOC, pakan, obat) dari sistem kemitraan INTI, plasma menyediakan kandang dan tenaga kerja. Peternak mandiri ± 30%. Penyakit: ND, Coccidiosis, CRD.
2. Layer
Populasi 2 juta ekor dengan produksi telur 60-90 ton/hari dengan angka kematian lebih kecil dari 5%.
Sistem pemeliharaan: cage dan sebagian semikonvensional. Sebagian modern sistem/automatic. Penyakit ND, CRD, Gumboro.
3. Native Chicken (ayam kampung)
Dengan populasi 8 juta ekor. Pemeliharaan dengan sistem backyard farming sistem, tiap rumah tangga rata-rata 10-25 ekor. Produktivitas telur 30-60%, tergantung sistem pemeliharaan (intensif/ekstensif).
4. Itik Alabio (unggul lokal)
Populasi 2,5 juta dengan produktifitas 65-75%.
Sistem pemeliharaan konvensional.
Penyakit botulisme.

KESIMPULAN

  • Peningkatan Populasi 9,70%
  • Peningkatan Produksi:
  • Daging 7,90%
  • Telur 11,31%
  • Susu 98,90%
  • Peningkatan Konsumsi :
  • Daging 24,11%
  • Telur 19,05%
  • PDRB Provinsi Kalimantan Selatan dari Subsektor Peternakan
  • Tahun 2003 : Rp 44,499 Milyar
  • Tahun 2004 : Rp 49,121 Milyar

(Dari tahun 2003 ke tahun 2004 mengalami kenaikan 10,39%).

You are here Pembangunan Peternakan