Saudi di Potong Kuota Haji

  • Hari Ini Seluruh Kakanwil Dipanggil ke Jakarta

BANJARMASIN - Setelah membatasi kuota umrah, pemerintah Arab Saudi kembali mengambil kebijakan yang mengejutkan, yakni memangkas kuota haji Indonesia sebesar 20 persen atau sekitar 42 ribu jemaah, dari total kuota tiap tahunnya, yaitu 211 ribu jemaah.

Alasannya sama dengan pembatasan kuota umrah, yakni perluasan komplek Masjidil Haram. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. Musthafa bin Ibrahim al-Mubarak menyebutkan, perigurangan kuota tersebut berlaku untuk semua negara.Tak terkecuali Indonesia.

Kabar pengurangan kuota ini terang saja membuat cemas sejumlah calon jemaah haji yang sudah mendapat nomor porsi untuk tahun ini.

Bahkan sudah melakukan pelunasan dan saat ini tengah mengurus pembuatan paspor. Pasalnya, pengurangan kuota sebanyak 20 persen tentu juga akan berdampak pada berkurangnya jemaah yang bisa berangkat dari Kalsel.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel H Abdul Halim H Ahmad yang dikonfirmasi Radar Banjarmasin, mengaku sudah mengetahui adanya pengurangan kuota haji tersebut.

"Saya sudah tahu tapi hanya sebatas informasi umum saja, detailnya saya belum tau," kata Halim kepada Radar Banjarmasin, Rabu (12/6).

Halim sendiri mengaku hanya mengetahui bahwa ada pengurangan kuota haji sebesar 20 persen dari kuota awal. Namun berapa kuota Kalsel yang dikurangi Halim mengaku belum.

"Saya tidak berani menyatakan karena tidak ada info resmi dari Dirjen Haji," ucapnya. Halim mengaku, informasi memang belum diterima oleh seluruh penyelenggara haji di daerah. Ada kemungkinan, informasi baru akan diterima pada Kamis (13/6) malam. Halim menambahkan, pihaknya diundang oleh Dirjen Haji untuk berangkat ke Jakarta. Dalam undangan yang ditandatangani Dirjen Haji Anggito Abimanyu tersebut, para kepala kanwil seluruh Indonesia diundang.

Mereka wajib hadir di Jakarta pada pukul 19.30 WIB Alasan Arab Saudi Belum rampungnya rehabilitasi Masjidil Haram menjadi alasan pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memotong kuota haji tahun 2013. Pasalnya, rehabilitasi mengurangi daya tampung masjid yang mengelilingi Ka'bah tersebut.

"Daya tampung tempat tawaf yang semula 48.000 jamaah perjam sekarang menjadi 22.000 saja," kata Menteri Agama Suryadharma Ali kepada wartawan di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Rabu (12/6).

Menurut Suryadharma, pemerintah Saudi khawatir kenyaman beribadah akan terganggu apabila kuota jamaah tidak dipotong. Selain itu keselamatan para jamaah juga menjadi pertimbangan.
"Hal ini berdasarkan kesepakatan negara-negara anggota DKI,"terang Suryadharma.

Indonesia jelas terkena imbas dari kebijakan ini Kuota. Indonesia dikurangi dari 211.000 menjadi 168.800 jamaah haji. Artinya, 42.200 orang jemaah terancam gagal berangkat ke Mekah tahun ini.
"Ada keterlambatan pemberitahuan, kita akan minta kompensasi ke sana, mereka harus bayar. Kalau kebijakan disampaikan awal tahuri beda cerita," kata Suryadharma Ali dalam jumpa pers di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Rabu (12/6). (tas/jpnn/ yn/bin) kh

(Sumber : Radar Banjarmasin edisi Kamis, 13 Juni 2013)

Share