Formasi Guru di Pemprov Dialihkan

BANJARMASIN - Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) rencananya akan diumumkan pada tanggal 10 September 2013 besok. Pemprov Kalsel sendiri hanya mendapatkan jatah sekitar 191 orang.

Formasi tersebut dibagi sekitar 20 persen tenaga edukatif, 60 persen tenaga medis, dan 20 persen tenaga teknis. Namun jatah 20 persen utnuk tenag pendidik sendiri dinilai terlalu banyak. Jatah tersebut rencananya akan dipindahkan untuk formasi lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel, Ngadimun, mengungkapkan utnuk Pemprov Kalsel keperluan tenaga pendidik memang terlalu banyak. Dikhawatirkan apabila ada penambahan guru yang terlalu banyak akan berimbas makin sedikitnya jam mengajar. Padahal, kewajiban mengajar 20 jam seminggu sangat diperlukan, terutama bagi sertifikasi guru. "Kami khawatir kalau semakin banyak guru yang bertambah maka jam mengajar akan semakin sedikit, lebih baik dipindahkan untuk formasi lain," ujarnya.

Ngadimun menambahkan, penambahan tenaga pendidik direncanakan untuk menggantikan guru yang sudah pensiun maupun posisi yang masih lowong. Namun demikian, pihaknya masih belum menghitung dengan pasti berapa kekurangan yang diperlukan. "Fokus utama adalah menggantikan guru-guru yang pensiun dulu," imbuhnya.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, HM Thamrin, mengungkapkan bahwa untuk penerimaan CPNS tahun 2013 ini memang didominasi oleh tenag pendidikan. Hampir di semua daerah formasi yang paling banyak dicari adalah guru. Di Kalsel sendiri sejumlah kabupaten hanya mendapatkan jatah untuk formasi guru tanpa tenaga medis dan teknis.

"Jatah 20 persen atau sekitar 40 orang untuk penerimaan guru di lingkungan Pemprov KLasel cukup kebanyakan. Sehingga kami sepakat dengan Disdik untuk mengalihkan kepada bagian yang sangat membutuhkan," tambahnya.

Pada penerimaan CPNS tahun ini setidaknya ada dua jenis kepegawaian. Yakni menyelesaikan pengangkatan honorer kategori II dan penerimaan CPNS terbuka. Di kalsel, honorer kategori II sendiri ada sekitar 4.000 orang yang akan dilakukan pengangkatan. (ETI)

(Sumber: Radar Banjarmasin edisi Senin, 09 September 2010)