Situs Resmi Pemerintah Provinsi Kalsel

12/03/2010
  • Hujan Ringan
    Banjarmasin
    23-33°C
  • Hujan Ringan
    Balangan
    23-33°C
  • Hujan Ringan
    Hulu Sungai Utara
    23-33°C
  • Hujan Ringan
    Hulu Sungai Tengah
    23-33°C
  • Hujan Ringan
    Hulu Sungai Selatan
    23-33°C
  • Hujan Sedang
    Tapin
    24-33°C
  • Hujan Sedang
    Batola
    24-33°C
  • Berawan
    Tanah Bumbu
    24-32°C
  • Berawan
    Kota Baru
    24-32°C
  • Hujan Sedang
    Tanah Laut
    24-32°C
  • Hujan Ringan
    Kab. Banjar
    24-32°C
  • Hujan Ringan
    Banjarbaru
    24-32°C
  • Hujan Ringan
    Tabalong
    23-33°C
Surel Cetak PDF

Pertumbuhan Ekonomi / PDRB

Perekonomian Kalimantan Selatan yang diukur dari besaran PDRB baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan tahun dasar 2000, menunjukkan perkembangan yang terus meningkat selama periode 2006-2008. Nilai PDRB Kalimantan Selatan atas dasar harga berlaku tahun tahun 2008 mencapai 45,86 triliun rupiah atau naik sebesar 6,42 triliun rupiah dibanding tahun 2007, sedangkan tahun 2007 naik sebesar 4,77 triliun rupiah dibanding tahun 2006 yang tercatat 34,67 triliun rupiah.

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dengan minyak bumi pada tahun pada tahun 2006 adalah 4,98 %, pada tahun 2007 mengalami peningkatan menjadi 6,01 %, kemudian pada tahun 2008 menjadi 6,23 % dan sampai kumulatif triwulan III tahun 2009, perekonomian Kalsel tumbuh sebesar 5,04 %. Sementara pertumbuhan nasional sampai triwulan III sebesar 4,23 %.

Pertumbuhan yang positif ini dikarenakan adanya pertumbuhan positif pada hampir semua sektor terutama dari sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, listrik, gas dan air minum, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Pertumbuhan pada sektor primer (pertanian dan pertambangan) masih merupakan sektor yang paling besar sumbangannya pada perekomonian Kalimantan selatan dengan trrend yang stabil pada kisaran 43-44 %. Kemudian sektor tersier (perdagangan, angkutan, keuangan dan jasa-jasa) merupakan sektor terbesar kedua dengan trend yang meningkat, dari sekitar 36 % pada tahun 2005 menjadi 38 % pada tahun 2008. Secara lebih rinci pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dilihat persektor pada tabel di bawah ini :

Lapangan Usaha 2006
2007
2008

Kumulatif Tw 3 2009

Pertanian 4,70
5,72 6,48
7,99
Petambangan dan Penggalian 7,47
5,05 7,37
1,26
Industri Pengolahan -1,70
2,94 2,59
3,46
Listrik, Gas dan Air Minum 3,83
4,14
4.23
5,70
Konstruksi/Bangunan
7,02
6,90
5,60
6.39
Perdagangan, Hotel dan Restoran 5,56
6,18
7.07
5.80
Angkutan dan Komunikasi 6,06
8,23 6,43
5.67
Keuangan Persewaan dan Jasa Perusahaan 3,24
15,36 5,73
6.19
Jasa-Jasa 6,89
6.65
6,63
5.18
PDRB dengan Minyak Bumi 4,98
6,01 6,23
5.04

(Sumber : BPS Kalsel)

Dalam kurun waktu tahun 2006 s/d Triw 3/2009, komponen konsumsi menjadi pendorong utama ekonomi Kalsel (termasuk di dalamnya adalah konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan lembaga nirlaba). Bertambahnya penduduk dan meningkatnya daya beli masyarakat menyebabkan konsumsi rumah tangga juga meningkat.

Perumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dari sisi permintaan adalah sebagai berikut :

Lapangan Usaha 2006
2007
2008

Kumulatif Tw 3 2009

Konsumsi Rumah Tangga 3,52
3,81 7,23 6,29
Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba 1,26 2,13 6,61 7,94
Konsumsi Pemerintah 8,75
6,35 5,68 5,78
Pembentukan Modal Tetap Bruto 11,79
38,13 23,02 26,93
Ekspor Barang dan Jasa -7,39
12,51
15,06
-18.24
Impor Barang dan Jasa 75,89
-34,05
1.91
42,50
PDRB dengan Migas 4,98
6,01 6,23
5.04

(Sumber : BPS Kalsel)

PROSPEK  PEREKONOMIAN KALIMANTAN SELATAN 2009

Dengan melihat perkembangan ekonomi nasional dan regional Kalimantan Selatan selama tahun 2008, prospek perekonomian Kalimantan Selatan tahun 2009 diperkirakan masih cukup baik, meskipun dengan tantangan yang semakin berat. Angka pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 5,8% - 6,4%.  Dari sisi eksternal tantangan ekonomi terutama berasal dari krisis keuangan global uang berimbas pada kegiatan dunia usaha di Kalimantan Selatan.  Dua sektor dominan Kalimantan Selatan yaitu sektor pertanian dan sektor pertambangan diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2009 seiring amasih tingginya permintaan domestik maupun internasional terhadap komoditas tambang. Harga-harga komoditas dunia seperti kelapa sawit dan karet diharapkan segera membaik. Penurunan harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah untuk penurunan BBM dan tarif listrik khususnya untuk industri diharapkan dapat mendorong penurunan ongkos produksi dan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga dapat menggairahkan kembali dunia usaha. Namun demikian, pertumbuhan di beberapa sektor ekonomi diperkirakan masih akan melambat, terutama di sektor pertanian (perkebunan) dan industri pengolahan mengingat harga komoditas sawit dan karet di pasar internasional masih relatif rendah.

Dari sisi permintaan, laju pertumbuhan ekspor diperkirakan masih akan tetap tinggi, sementara pengeluaran konsumsi diperkirakan akan meningkat, terkait dengan akan dilaksanakannya pemilu tahun 2009 ini. Untuk menunjang kegiatan pertumbuhan ekonomi, realisasi pembiayaan sektor publik diharapkan dapat lebih meningkat dan terjadwal lebih baik. Sedangkan peran investasi swasta diharapkan juga mengalami peningkatan dengan direalisasikannya berbagai rencana investasi yang telah disetujui. Hal ini memerlukan dukungan dari Pemerintah berupa penyediaan iklim investasi yang lebih baik dengan membenahi tata ruang daerah serta memberikan kepastian hukum dan insentif kepada calon investor.

Pembiayaan dari sektor perbankan tahun 2009 diperkirakan masih cukup kondusif dengan laju pertumbuhan yang terukur, antara lain ditopang aoleh potensi peningkatan konsumsi masyarakat, meskipun upaya menjada kualitas kredit tetaap menjadi perhatian. Sejalan dengan kebijakan yang memberikan ruang bagi perbankan dalam menyalurkan kredit, langkah meningkatkan askes pengusaha UMKM kepada perbankan dengan meningkatkan peran lembaga LP2-UMKM Kalsel serta memfasilitasi pembentukan klaster komoditi unggulan Kalimantan Selatan perlu lebih diprioritaskan pada tahun 2009.

Dalam laju inflasi diperkirakan masih akan bergerak pada kisaran 7% + 1%, meskipun tekanan inflasi diindikasikan menurun.  Menurunnya tekanan harga minyak dunia diperkirakan akan mendorong penurunan laju inflasi di tahun 2008, seiring penurunan ongkos produksi. Upaya-upaya pengendalian harga dengan menjaga ketersediaan pasokan barang kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah. Terkait dengan hal tersebut, perlu dilakukan peningkatan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalsel yang telah terbentuk pada tahun 2008 dan secara kelembagaan mendapat dukungan Pemprov. Kalsel, dengan adanya SK Gubernur Kalsel. Bentuk kegiatan-kegiatan konkrit untuk bahan makanan penting (hasil-hasil pertanian tanaman bahan makanan dan perikanan), menjamin kecukupan pasokan komoditas dan menjaga struktur pasar yang tidak distortif perlu menjadi prioritas TPID Kalsel.

(Sumber : BI Banjarmasin).

You are here Data Pokok Produk Domestik Bruto