PERUSAHAAN YANG BERINVESTASI DI KALSEL MENINGKAT

Penulis 20 November 2020 Daerah 32 Views

Kepala DPM-PTSP Kalsel, Nafarin. Saat memberikan keterangan.

BANJARBARU – Prinsip tak kenal menyerah selalu membuahkan hasil yang juga akan membanggakan, inilah yang sepertinya terjadi pada investasi di Kalimantan Selatan 2020.

Meskipun wabah pandemi COVID-19 terus berlangsung hampir sepanjang tahun ini, namun ribuan perusahaan semakin banyak yang berinvestasi di Kalsel.

Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kalsel mencatat, sejak Januari hingga September 2020, sudah ada 1.368 investor yang masuk.

“Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Karena saat itu hanya ada 401 perusahaan yang berinvestasi di Kalsel,” kata Kepala DPMTSP Kalsel Nafarin, Rabu (17/11).

Dia mengungkapkan, dari 1.368 perusahaan yang menanamkan modalnya di Kalsel saat ini, paling banyak beroperasi di Banjarmasin. Dengan jumlah 269 proyek.

“Rinciannya, PMA (Penanaman Modal Asing) sebanyak 43 proyek dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), 226 proyek. Dengan total investasi, 339 miliar rupiah,” ungkapnya.

Berdasarkan nilai investasi dikatakan Nafarin, Kabupaten Tabalong menempati urutan terbanyak.

“Investasi di Tabalong mencapai 1,6 triliun rupiah, dari 15 proyek PMA dan 60 proyek PMDN,” rincinya.

Kemudian disebutkan Nafarin, dari sisi sektor yang mendominasi investasi di Kalsel masih dipegang oleh sektor pertambangan, dengan nilai investasi 1,5 triliun rupiah.

Lebih lanjut dijabarkan Nafarin, untuk jumlah proyek paling banyak terdapat di sektor perdagangan dan reparasi. Hingga triwulan III tahun 2020, di sektor ini ada 390 proyek.

“PMA sebanyak 22 dan PMDN ada 368,” ujarnya.

Dilihat berdasarkan negara, dia mengungkapkan, Korea Selatan menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Kalsel dengan nilai 1,3 triliun rupiah, dari 15 proyek yang sedang berjalan.

“Tapi kalau dari jumlah proyek, Singapura menjadi yang terbanyak. Dengan total 74 proyek, senilai 462 miliar, rupiah” ungkapnya.

Sementara itu, meski jumlah investor naik signifikan dibandingkan tahun lalu. Namun, realisisasi investasi hingga kini belum tercapai secara optimal.

Nafarin menjelaskan, total realisasi investasi dari triwulan I sampai dengan triwulan III 2020 hanya 5,7 triliun rupiah. Yang mana menurun jauh jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

“Tahun lalu di triwulan III, realisasi investasi kita sudah tercapai 11,1 triliun rupiah. Jadi, tahun ini turun 7,6 triliun rupiah,” jelasnya.

Penurunan nilai investasi menurutnya dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 yang hingga kini belum juga mereda.

 

“Karena pandemi, sejumlah investor menunda berinvestasi di Kalsel,” pungkasnya. (ASC/RDM/RHD)

 

SUMBER : abdipersadafm