PROFILE
RUMAH SAKIT JIWA “SAMBUNG LIHUM”
PENDAHULUAN
Pentingnya Kesehatan Jiwa dan Pelayanan Kesehatan Jiwa
Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur ke-sehatan secar umum.
Untuk mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan, maka salah satu usaha yang dilakuakan adalah dibangunnya sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, seperti dibangunnya Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Walaupun kenyataannya ratio sarana pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan jiwa dibanding dengan jumlah penduduk di Kalimantan Selatan masih belum memadai. Berhasilnya dibangun Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum ini diharapkan menambah jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya pelayanan kesehatan jiwa.
Pengertian Kesehatan adalah Keadaan sejahtera yang lengkap dari fisik, mental dan sosial, dan bukan hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan, yang memungkinkan seseorang hidup produktif, baik secara sosial, maupun ekonomis. Sehat jiwa adalah kondisi yang bebas dari gangguan jiwa, mempunyai ketahanan terhadap stress, berkembang secara harmonis didalam hidupnya dan produktif secara sosial dan ekonomis.
Pentingnya Kesehatan Jiwa
Secara global saat ini di dunia dijumpai 450 juta orang dengan gangguan jiwa, yang terdiri dari: 150 juta depresi, 90 juta gangguan penggunaan zat dan alkohol, 38 juta epilepsi, 25 juta skizofrenia serta hampir 1 juta melakukan bunuh diri setiap tahun.
25% dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya pernah mengalami Gangguan jiwa dan perilaku juga dialami pada suatu ketika oleh kira-kira 10% populasi orang dewasa. Sekitar 30% dari seluruh penderita yang dilayani oleh dokter puskesmas adalah pendeita gangguan jiwa (survey WHO di 30 NEGARA, 2001). Dalam satu keluarga dari empat keluarga yang diteliti, mempunyai seorang dengan keluhan gangguan jiwa dan perilaku.
Menurut perhitungan WHO, dari 10% populasi penyandang cacat itu, antara lain karena gangguan kesehatan jiwa yaitu: gangguan psikotik fungsional, retardasi mental, dan penyalah-gunaan obat/narkotika dan alkoholisme, masing-masing adalh 7,7% nya, belum termasuk gangguan jiwa organic pada otak (brain damage), epilepsi dan geriatric.
Gangguan jiwa merupakan penyakit yang memberikan kontribusi signifikan terhadap bertambahnya beban global penyakit (global burden of disease) sebesar 13% (tahun 2002). Angka ini lebih besar bila dibandingkan dengan penyakit jantung (10%), penyakit saluran pernafasan (6%) dan keganasan (5%). Pada tahun 2000 Gangguan Depresi merupakan urutan ke-4 penyakit yang menyebabkan disabilitas setelah infeksi saluran nafas, kondisi perinatal dan HIV/AIDS dan pada tahun 2020 diprediksi bahwa gangguan depresi akan menjadi urutan kedua setelah penyakit jantung koroner.
Berdasarkan data diatas menunjukkan pentingnya kesehatan jiwa bagi setiap penduduk, apabila hal ini tidak ada perhatian khusus dalam perawatan dan rehabilitasinya maka dampak yang ditimbulkan akan sangat besar; baik untuk penderita, keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Pentingnya Rumah Sakit Jiwa
Rumah sakit jiwa adalah suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan, yang memberikan pelayanan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang mempunyaib tugas yaitu:menyelanggarakan dan melaksanakan pelayanan-pencegahan, pemulihan dan rehabilitasi dibidang kesehatan jiwa dengan melakukan fungsi upaya pelayanan kesehatan jiwa preventif, kuratif, rehabilitatif, kesehatan jiwa masyarakat dan system rukukan.
Menurut survey BPS Kalimantan Selatan tahun 2003 tentang jumlah permintaan pelayanan kesehatan jiwa di Kalimantan Selatan pada than 2003 sebagai berikut:
NO. | JUMLAH PENDUDUK | ANGKA KESAKITAN JIWA BERAT (4%) | POPULASI ANAK (40%) | PERLU PENANGANGAN KEJIWAAN (15%) |
1 | 2.970.244 jiwa (tahun 2000) | 118.810 jiwa | 118.810 jiwa | 178.215 jiwa |
2 | 3.201.962 jiwa (tahun 2003) | 128.079 jiwa | 128.079 jiwa | 192.000 jiwa |
Berdasakan perhitungan BPS Kalimantan Selatan 2003 proyeksi lima tahun mendatang penduduk dan permintaan kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa provinsi Kalimantan Selatan sebagai berikut:
TAHUN | JUMLAH PENDUDUK | ANGKA KESAKITAN JIWA BERAT (4%) |
2004 | 3.282.972 | 131.319 |
2005 | 3.366.031 | 134.641 |
2006 | 3.451.191 | 138.048 |
2007 | 4.324.343 | 172.974 |
2008 | 4.433.749 | 177.350 |
Sedang gangguan jiwa ringan menurut penelitian di Puskesmas Tambora bahwa 30-60% dari kunjungan di Puskesmas mempunyai latar belakang kejiwaan/pisikologis.
Di Regional Kalimantan Selatan dan Tengah hanya ada satu Rumah Sakit yang melayani pasien jiwa, hal ini sebenarnya tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang menderita gangguan jiwa baik sedang maupun berat. Selama ini yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa hanya pasien yang menderita gangguan jiwa kronik.
Pentingnya Pelayanan Publik
Sejalan dengan perubahan melalui pembangunan bekelanjutan maka perlu ke-seimbangan dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam program pem-bangunan di bidang sosial pemerintahan harus memberikan pelayana publik yang terbaik. Oleh karena itu salah satu pelayanan publik yang menjadi andalan adalah pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan rumah sakit merupakan salah satu jaringan yang sangat penting. Rumah sakit jiwa menjadi penting pada saat ini dalam memberikan layanan pada masyarakat tidak hanya untuk mengobati orang sakit jiwa namun lebih luas untuk meningkatkan kualitas kejiwaan, psikolgis, dan mental masyarakat.
Masyarakat sebagai pelaku pembangunan dituntut memiliki jiwa dan mental yang sehat, sehingga peran Rumah Sakit Jiwa semakin penting. Apalagi setelah perkembangan 5 tahun terakhir terjadi peningkatan dalam jumlah penderita. sakit jiwa yang masuk pe-rawatan di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, sehingga hal ini menunjukan semakin banyaknya masyarakat perlu perlayanan dalam bidang kesehatan mental dan jiwa ini.
Sejarah Rumah Sakit jiwa Sambang Lihum
Sejarah dan perkembangan Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum dapat digambar-kan sebagai berikut:
Tahun 1951; Rumah Sakit Jiwa sebelumnya sebagai sebuah koloni orang sakit jiwa (KOSJ), tempat ini berfungsi sebagai tempat penampungan orang sakit jiwa. Kapasitasnya saat itu hanya hanya bisa menampung 30 pasien laki – laki.
Tahun 1953; adanya kerjasama dengan Gubernur Kalimantan Selatan (Dr.Murjani) dengan Inspektorat Kesehatan (Dr.Mursito) membangun satu buah bangsal penampungan gangguan jiwa dengan kapasitas 60 pasien dan 2 buah rumah dinas sederhana.
Tahun 1967; dari bentuk KOSJ ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Jiwa Pusat Tamban dibawah pimpinan Direktur Rumah Sakit Jiwa Banjarmasin.
Tahun 1978; Berdasarkan SK Menkes No. 135/78 – SOTK Rumah Sakit Jiwa Tamban ditetapkan menjadi Rumah Sakit Jiwa Type C
Tahun 1991; Rumah Sakit Jiwa Tamban dipimpin langsung oleh Direktur berdasarkan SK No. 3385/KANWIL/SK/TU-1/XII/1991 tanggal 31 Desember 1991.
Tahun 2000; 14 April 2000 dalam pelaksanaan Otonomi Daerah penyerahan P3D oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan ke Pemerintah Kabupaten Batola.12 Desember 2000 Pengalihan UPT Depkes ke Batola SK No. 1735/Men.Kes.Sos/XI/2000. Tanggal 7 Maret 2000 adanya revisi SK Menkes tentang penyerahan Rumah Sakit Jiwa Tamban ke Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan.
Tahun 2001; 1 Juli 201 Rumah Sakit Jiwa Tamban resmi milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, ditetapkan dengan PERDA No. 18 Tahun 2001
Tahun 2004; Rekomendasi Gubernur tentang Relokasi Rumah Sakit Jiwa Tamban ke jalan Gubernur Syarkawi Km. 17 Lingkar Utara tanggal 7 Mei 2004 No. 440/0771/Kesra – 2004.
Tahun 2007; Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor: 188.44/0233/Kum/2007 tanggal 19 Juni 2007 Tentang Penetapan Nama Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum .
Geografi Rumah Sakit
Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum terletak di Wilayah Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Rumah Sakit ini terletak 500 m dari jalan Gubernur Syarkawi Km 3,9 arah timur. Jalan Gubernur Syarkawi merupakan rencana jalan lintas Kalimantan Selatan – Kalimantan Tengah. Rumah Sakit ini didirikan pada area ± 10 hektar dan tanah yang ditempati merupakan tanah milik Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Visi dan Misi Rumah Sakit
a. Visi Rumah Sakit
Visi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum adalah Memberikan Pelayanan Profesional Menuju Masyarakat Jiwa Sehat.
b. Misi Rumah Sakit
Misi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum ditetapkan sebagai berikut:
- Meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa Promotif, Kuratif, Preventatif dan Rehabilitatif.
- Menjadikan Pusat Rujukan Kesehatan Jiwa di Kalimantan Selatan
- Meningkatkan Profesionalisme Kemampuan Sumber Daya Manusia
- Mengembangkan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
- Menyelenggarakan Pendidikan Tenaga Kesahatan Jiwa
- Menyelenggarakan Rehabilitasi Klien NAPZA
c. Sasaran Kegiatan Rumah Sakit
Sasaran yang hendak dicapai Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum dalm lima tahun mendatang sebagai berikut:
- Telaksananya Pelayanan Kesehatan Jiwa Komprehensif
- Terwujudnya Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
- Terselenggara pelayanan rehabilitasi klien NAPZA
- Terlaksananya pelayanan kesehatan Jiwa Geriatri
- Tercapainya akreditasi Rumah Sakit
- Tercapainya Kenaikan Type Rumah Sakit Menjadi Type A
- Terlaksananya pelayanan kesehatan Jiwa masyarakat
- Terciptanya kerjasama lintas sektoral
- Terciptanya peningkatan Manajemen Mutu ( Quality Assurance )
- Terselenggaranya Pendidikan dan Pelatihan SDM Rumah Sakit
- Terpenuhinya kebutuhan tenaga Rumah Sakit sesuai standar
- Terbentuknya Komite-komite Rumah Sakit.
- Tercapainya pengembangan sarana dan prasarana yang berkualitas dan berwawasan Iptek
- Terbentuk dan terselenggaranya Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
- Terwujudnya rumah sakit sebagai penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan tenaga kesehatan jiwa.
- Terlaksananya K3 Rumah Sakit.
Aktualisasi Rumah Sakit Jiwa
Aktualisasi rumah sakit jiwa dibidang administrasi pada tahun 2006 dan 2007 dapat dilihat pada tabel-tabel berikut:
a. Keuangan
Dalam akuntabilitas keuangan ini akan dikemukakan Pendapatan Rumah Sakit Jiwa Tamban serta penyerapan anggaran yang berasal APBD, APBD Perubahan, APBD, dan dana yang berasal dari PJPK-MM atau bisa disebut askeskin.
Pendapatan Rumah Sakit Jiwa Tamban sejak tahun 2000
TAHUN | TARGET | REALISASI | PERSENTASE |
| 2000 | 45.000.000 | 46.111.420 | 102,47 |
| 2001 | 72.000.000 | 74.621.560 | 103,64 |
| 2002 | 100.000.000 | 71.050.560 | 71,05 |
| 2003 | 100.000.000 | 96.436.915 | 96,44 |
| 2004 | 144.000.000 | 158.766.238 | 110,14 |
| 2005 | 211.630.000 | 218.631.441 | 103,3 |
| 2006 | 269.950.000 | 375.116.719 | 138,9 |
| 2007* | 376.956.000 | 202.083.031 | 53,61 |
*Pendapatan belum sesuai target karena:
- Baru Relokasi ke tempat yang baru pada bulan Juni 2007
- Klaim pasien ASKESKIN belum teralisasi
Realisasi APBD Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Tahun 2007
NO. | JENIS KEGIATAN | TAHUN 2007 | |
PAGU | REALISASI | ||
1 | Urusan Wajib | 13.820.479.500 | 11.434.744.501 |
| Pembangunan RS 1. R. Rawat Kelas II Pria, 306,25 m² 2. R. Rawat Kelas II Wanita, 306,25 m² 3. R. Rawat Kelas III Pria, 290,5 m² 4. R. Rawat Kelas III Wanita, 290,5 m² 5. R. Observasi Akut Wanita, 290,5 m² 6. R. Rehabilitasi Pria, 270 m² 7. R. Rehabilitasi Wanita, 270 m² 8. Gedung Radiologi, 161,25 m² 9. Gedung IPSRS, 120 m² 10. Gudang Barang, 150 m² 11. Bangunan insenerator, 25 m² 12. Garasi Ambulan, 75 m² 13. Musholla, 48,25 m² 14. Tempat wudhu dan toilet, 12 m² 15. Selasar Penghubung, 293,334 m² 16. Pagar keliling, 705 m² 17. Pagar Ruang Perawatan, 933 m² | 11.180.582.000 | 9.204.338.560 | |
2 | Belanja Pegawai | 3.770.359.350 | 3.067.927.245 |
3 | Belanja Non Pegawai | - | - |
Laporan Realisasi Anggaran Belanja Tugas Perbantuan
APBN Tahun 2007
NO. | PROGRAM/KEGIATAN | TINGKAT PENCAPAIAN SPM | ANGGARAN | |
ALOKASI | REALISASI | |||
| 1 | Program Upaya Kesehatan Perorangan | |||
| Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana Kesehatan | Terlaksananya pembangunan Gedung Kesehatan; R. Rawat NAPZA Pria dan Wanita, R. Rawat Kelas I, Rumah Duka dan Selasar Penghubung | 2.424.759.000 | 2.376.144.226 | |
| Rujukan | Tingkat Pencapaian 100% | |||
Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (PJPK-MM) atau Askeskin
NO. | KEGIATAN | JUMLAH KLAIM (Rp) | DIBAYAR (Rp) | SISA (Rp) |
1 | Klaim pasien ASKESKIN ke PT ASKES | 1.403.385.163 | 300.265.000 | 1.103.120.163 |
DATA KEPEGAWAIAN RUMAH SAKIT TAHUN 2007
Sumber daya manusia yang bertugas di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum sampai tahun 2007 sebagai berikut:
Data Karyawan/Karyawati Berdasarkan Golongan pada Tahun 2007
NO. | JENIS TENAGA | GOLONGAN | JUMLAH | ||||
I | II | III | IV | PTT | |||
1 | Medis | - | - | 3 | 1 | 1 | 5 |
2 | Paramedis Keperawatan | - | 40 | 20 | - | - | 60 |
3 | Paramedis Nonkeperawatan | - | 13 | 10 | - | - | 23 |
4 | Nonmedis Nonkeperawatan | 1 | 13 | 15 | - | - | 29 |
5 | Satpam | 1 | - | - | - | 8 | 9 |
6 | TKS | - | - | - | - | 19 | 19 |
JUMLAH | 2 | 66 | 48 | 1 | 28 | 145 | |
Data Pegawai berdasarkan Jenis Pendidikan
NO. | PENDIDIKAN | PNS | PTT/HONOR | JUMLAH |
1 | TENAGA MEDIS - Psikiater - Dokter | 3 | 1 - 1 | 4 1 4 |
2 | TENAGA KEPERAWATAN - S1 Keperawatan - D3 Keperawatan - D3 Keperawatan Jiwa - Perawatan Kesehatan (SPK/SPR ”B”) - SPK.SJ - Akademi Kesehatan Gigi - Sekolah Pengatur rawat Gigi | 60 3 24 2 14 12 3 2 | 9 - 9 - - - - - | 69 3 33 2 14 12 3 2 |
3 | TENAGA KEFARMASIAN - Apoteker / Sarjana - Asisten Apoteker / SMF | 4 1 3 | - - - | 4 1 3 |
4 | TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT - Sarjana Kesehatan Masyarakat - D3 Sanitarian - D1 Sanitarian | 5 3 1 1 | - - - - | 5 |
5 | TENAGA GIZI - D3 Gizi - D1 Gizi - SMKK | 7 3 2 2 | 1 - - 1 | 8 3 2 3 |
6 | TENAGA KETERAPIAN FISIK - D3 Fisioterapi | 2 2 | - - | 2 2 |
7 | TENAGA KETEKNISIAN MEDIK - D3 Radiologi - D3 Analisis Kesehatan - D3 Teknik Elektromedik - Sekolah Menengah Analisis Kesehatan | 5 1 2 1 1 | - - - - - | 5 1 2 1 1 |
8 | SARJANA NON KESEHATAN - S1 Administrasi - S1 Akutansi - S1 Psikologi | 4 1 1 2 | - - - - | 4 1 1 2 |
9 | SLTA - SMA - SMEA - STM - SMKK - SPSA / SMPS - KPAA - SPG - PGAN | 20 6 - 1 - 10 2 1 - | 6 2 1 - 1 1 - - 1 | 26 8 1 1 1 11 2 1 1 |
10 | SLTP DAN SD KE BAWAH - SMP - SD | 6 4 2 | 11 5 6 | 17 9 8 |
JUMLAH | 117 | 28 | 145 | |
b. Aktualisasi Bidang Pelayanan Medik
Sesuai dengan fungsi Rumah Sakit Jiwa yang menekankan pelayanan pada masalah kesehatan jiwa, maka ada indikator khusus yang menggambarkan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Indikator khusus itu terdiri dari: BOR, LOS, BTO, TOI, NDR, GDR, Hari Perawatan dan Jumlah kunjungan.
Indikator Kinerja Rumah Sakit Jiwa Pada Tahun 2007
NO. | INDIKATOR | TAHUN | KETERANGAN | |
2006 | 2007 | |||
1 | Bed Occupancy Rate (BOR) | 89% | 78% | Jumlah rata-rata bed terisi |
2 | Length of Stay (LOS) | 78 hari | 82 hari | Berdasarkan teori pengobatan RS Jiwa rata-rata 90 hari |
3 | Bed Turn Over (BTO) | 3,5 kali | 2,61 kali | Lebih dari 5,2-baik |
4 | Turn Over Interval (TOI) | 12,8 hari | 31 hari | Kurang 21,8-baik |
5 | Nett Death Rate (NDR) | 0 | 0 | Tidak ada standar RSJ |
6 | Gross Death Rate (GDR) | - | - | Tidak ada standar RSJ |
7 | Hari Rawat | 26.821 | 15.931 | - |
8 | Kunjungan Rawat Jalan - Umum - Askeskin | 1.780 orang 3.279 orang | 2.090 orang 745 orang | - |
9 | Kunjungan pasien rawat inap - Umum - Askeskin | 86 orang 699 orang | 879 orang 756 orang | - |
Data kunjungan pasien Rawat Jalan Poli Umum tahun 2006 dan 2007
NO. | TAHUN | JUMLAH | ||
PASIEN BARU | PASIEN LAMA | TOTAL | ||
1 | 2006 | 393 | 923 | 1.316 |
2 | 2007 | 305 | 729 | 1.034 |
Data kunjungan pasien Rawat Jalan Poli Jiwa tahun 2006 dan 2007
NO. | TAHUN | JUMLAH | ||
PASIEN BARU | PASIEN LAMA | TOTAL | ||
1 | 2006 | 83 | 3.223 | 330 |
2 | 2007 | 143 | 923 | 106 |
Data kunjungan pasien Rawat Inap tahun2006 dan 2007
NO. | TAHUN | JUMLAH |
1 | 2006 | 786 |
2 | 2007 | 876 |
Data kunjungan pasien IGD Tahun 2006
NO. | TAHUN | JUMLAH | ||
PASIEN JIWA | PASIEN UMUM | TOTAL | ||
1 | 2006 | 226 | 26 | 252 |
2 | 2007 | 357 | 21 | 378 |
Data Pelayanan Instalasi Gigi dan Mulut tahun 2006 dan 2007
NO. | KEGIATAN | 2006 | 2007 |
1 | Tumpatan gigi tetap | 190 | 154 |
2 | Tumpatan gigi sulung | 16 | - |
3 | Pengobatan Pulpa | 116 | 99 |
4 | Pencabutan gigi tetap | 87 | 64 |
5 | Pencabutan gigi sulung | 48 | 35 |
6 | Pengobatan periodontal | 43 | 60 |
7 | Pengobatan abses | 16 | 7 |
8 | Pembersihan karang gigi | 53 | 36 |
| JUMLAH | 569 | 455 |
Data pelayanan instalasi psikologi tahun 2006 dan tahun 2007
NO. | KEGIATAN | TAHUN | |
2006 | 2007 | ||
1 | Konseling | 105 | 11 |
2 | Tes Kepribadian | 62 | 2612 |
3 | Family Therapy | 48 | - |
4 | Rekruitmen | 0 | 1 |
5 | Tes MMPI | 0 | - |
6 | Tes Intelegensi | 4 | - |
7 | Tes Bakat dan Minat | 1 | - |
8 | Tes Promosi | 0 | - |
| JUMLAH | 310 | 157 | |
Data pelayanan instalasi fisioterapi tahun 2006 dan tahun 2007
NO. | KEGIATAN | TAHUN | |
2006 | 2007 | ||
1 | IRR | 102 | 164 |
2 | MWD | 72 | - |
3 | SWD | - | - |
4 | Ultrasound | 39 | 42 |
5 | Multistimulator | 11 | - |
6 | Exercise | 58 | 11 |
7 | Nebulizer | - | 7 |
8 | Clapping | - | 4 |
| JUMLAH | 282 | 228 | |
c. Aktualisasi Bidang Penunjang Medik
Data kunjungan pasien pada tahun 2006 dan 2007 bidang penunjang Medik Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum sebagai sbb:
Data pelayanan instalasi Gizi tahun 2006 dan tahun 2007
NO. | JENIS KEGIATAN | TAHUN | |
2006 | 2007 | ||
1 | Penyelanggaraan makanan - Makanan biasa - Makanan khusus/diet | 792 org 10 org | 804 org 19 org |
2 | Konsultasi Gizi - DM + R.G - Asam Urat - DM + RG + Ginjal - Ginjal + DM - Makanan sehat - Batu ginjal rendah kalsium - Rendah protein - Rendah garam - Rendah garam + Gastritis - Rendah kalori + RG - Rendah kalori - TKTP - Rendah kolestrol - Hepatitis | 1 - - - 1 - 2 - - - - 1 1 1 | - - - - - - - - - - - - - - |
Data pelayanan Apotek tahun 2006 dan tahun 2007
NO. | GOL. OBAT | RESEP | RESEP | % | ||
R. JALAN | IGD | R. INAP | ||||
1 | Obat Generik | 10525 | - | 8392 | 18917 | 67 |
2 | Obat Nongenerik | 2827 | 1 | 6196 | 9023 | 33 |
| JUMLAH | 13352 | 1 | 14588 | 27940 | 100 | |
Data pelayanan Laboratorium tahun 2006 dan 2007
NO. | TAHUN | JENIS PEMERIKSAAN | TOTAL | JUMLAH PASIEN | ||||
HEMATOLOGI | BAKTERIOLOGI | URINALISA | IMUNOLOGI | KIMIA DARAH | ||||
1 | 2006 | 685 | 43 | 81 | 117 | 964 | 1890 | 461 |
2 | 2007 | 766 | 20 | 48 | 132 | 500 | 1466 | |
Data kegiatan Loundry tahun 2006 dan tahun 2007
NO. | JENIS KEGIATAN | TAHUN | |
2006 | 2007 | ||
1 | Baju, Celana seluruh R. Inap | 35760 lembar | 46750 lembar |
2 | Mencuci Seprai R. Inap | 26540 lembar | 37540 lembar |
3 | Fisioterapi | 105 lembar | 120 lembar |
4 | Baju Celemek | 108 lembar | 108 lembar |
5 | Kantor dll | 280 lembar | 8494 lembar |
| JUMLAH | 62793 lembar | 93012 lembar | |
Data Kegiatan Instalasi Radiologi
NO. | JENIS KEGIATAN | TAHUN | |
2006 | 2007 | ||
1 | Penyediaan Sarana dan Prasarana Radiologi | 20% | 30% |
2 | Perbaikan Alat Radiologi | 60% | 0% |
3 | Pembangunan Gedung Baru | - | - |
DIKLAT RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM
Bimbingan Praktik Mahasiswa
- F. Kedokteran UNLAM
- AKPER INTAN: 48 orang
- AKPER Pandan Harum: 77 orang
- STIKES Cahaya bangsa: 54 orang
- AKL Banjarbaru: 8 orang
- Psikologi IKIP Malang: 1 orang
Penelitian Mahasiswa: 3 (tiga) penelitian
Fasilitas Kesehatan dan Kedokteran Rumah Sakit
NO. | UNIT | NAMA ALAT | KONDISI | JUMLAH | |
BAIK | RUSAK | ||||
1 | Psikologi | Stress Test | 1 | - | 1 buah |
2 | Poli Gigi | Dental Unit | 1 | 2 | 3 buah |
| Alat Diagnostik | 10 | - | 10 set | ||
| Alat Konservasi | 1 | - | 1 set | ||
| Alat Ekstasi | 1 | - | 1 set | ||
| Alat Scalling | 1 | - | 1 set | ||
| Light Curing | 1 | - | 1 buah | ||
| Sterilisator | 1 | - | 1 buah | ||
| Ultrasound Scaler | 1 | - | 1 buah | ||
3 | Elektromedik | EEG Brain Mapping | - | 1 | 1 buah |
| Threat Mild | - | 1 | 1 buah | ||
4 | IGD | Tabung O² | 2 | - | 2 buah |
| Sterilisator | 1 | - | 1 buah | ||
| Suction | 1 | - | 1 buah | ||
| DC Shock | - | 1 | 1 buah | ||
| Resusitasi Set | 1 | - | 1 buah | ||
| Tensimeter Raksa | 2 | - | 2 buah | ||
| Ambu Bag | 1 | - | 1 buah | ||
| Termometer Raksa | 2 | - | 2 buah | ||
| Bedah Minor Set | - | 1 | 1 set | ||
5 | Radiologi | X-Ray Diagnostic Radiology | - | 1 | 1 buah |
| Dental Radiography | 1 | - | 1 buah | ||
| Automatic Processing | - | 1 | 1 buah | ||
| Dryer | 1 | - | 1 buah | ||
| Apron | 1 | - | 1 buah | ||
| X-Ray Girl | 1 | - | 1 buah | ||
6 | Laboratorium | Fotometer | 1 | 1 | 2 buah |
| Mikroskop | 1 | 2 | 3 buah | ||
| Hematology Analyzer | 1 | - | 1 buah | ||
| Sentrifuge | 3 | - | 3 buah | ||
| Rotator | 1 | - | 1 buah | ||
| Oven | 1 | - | 1 buah | ||
| Incubator | 1 | - | 1 buah | ||
| Drug Monitoring | - | 1 | 1 buah | ||
| Pipet Mikro Kapiler | 10 | 2 | 12 buah | ||
| Rak LED | 2 | - | 2 buah | ||
| Gelas Ukur | 9 | - | 9 buah | ||
| Beker Glass | 2 | - | 2 buah | ||
| Rak Tabung Fotometer | 3 | - | 3 buah | ||
| Tabung Fotometer | 50 | - | 50 buah | ||
| Timbangan | 2 | - | 2 buah | ||
| Bola Isap | 4 | 3 | 7 buah | ||
| Visicometer | 1 | - | 1 buah | ||
| Stopwatch | 1 | 2 | 3 buah | ||
| Hemocitometer | 1 | - | 1 buah | ||
| Hemometer | 1 | - | 1 buah | ||
| Tabung Reaksi | 50 | - | 50 buah | ||
| Autoklic | 1 | - | 1 buah | ||
| Object Glass | 7 | 3 | 10 buah | ||
| Sentrifuge Hematokrit | 1 | - | 1 buah | ||
| Lampu Spritus | 5 | 3 | 8 buah | ||
| Difcount Counter | 1 | - | 1 buah | ||
7 | Fisioterapi | SWD (Shot Wave Diatermy) | - | 1 | 1 buah |
| MWD (Micro Wave Diatermy) | - | 1 | 1 buah | ||
| IR (Infra Red) | 1 | 1 | 2 buah | ||
| US (Ultrasonic) | 1 | - | 1 buah | ||
| Multistimulator | 1 | - | 1 buah | ||
| Ultrasound Nebulizer | 1 | - | 1 buah | ||
8 | Farmasi | Timbangan Analitik | 1 | - | 1 buah |
| Blender Obat | 1 | - | 1 buah | ||
| Alat Pengisi Kapsul | - | 1 | 1 buah | ||
TAHAPAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RS TAHUN 2004
NO. | KEGIATAN | APBN | APBD | KET |
1 | Pekerjaan persyarataan - Penyusunan Feasibility study - Penyusunan Master Plan - Pembuat Blok Plan - Penyusunan UPL-UKL | Rp 500.000.000 | ||
2 | Sarana Gedung Utama - Pemb Gedung Adm dan Poliklinik - Pembuat jalan Relokasi |
TAHAPAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT TAHUN 2006
NO. | KEGIATAN | APBN | APBD | KET |
1 | Gedung Utama - Observasi Pria - Ruang Kelas I - Gedung Laboratorium - Pos Jaga dan Selasar Penghubung | Rp 2.000.000.000 | ||
2 | Gedung Utama dan Penunjang - Gedung Poliklinik dan Adm - Gedung IGD - Gedung Gizo - Gedung Loundry - Rawat Inap Kls III Wanita - Rawat Inap Kls III Pria - Ruang Gardu Genset - Pembuat Reservoir |
TAHAPAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT TAHUN 2007
NO. | KEGIATAN | APBN | APBD | KET |
1 | Gedung Utama - Ruang Perawat NAPZA Pria - Ruang Perawat NAPZA Wanita - Ruang Perawat Kelas I Wanita - Rumah Duka - Selasar Penghubung | Rp 3.000.000.000 | ||
2 | Gedung Utama dan Penunjang - Rawat Inap Kelas II Wanita - Rawat Inap Kelas II Pria - Rawat Inap Kelas III Pria - Rawat Inap Kelas III Wanita - Observasi Wanita - Rehabilitasi Pria - Rehabilitasi Wanita - Pagar ruang perawat - Gedung Radiologi - Gedung IPSRS - Gedung Logistik - Musolla - Tempat wudhu + toilet - Garasi Ambulance - Selasar penghubung - Tempat pembakaran sampah - Pagar keliling - Instalasi PDAM + Listrik | Rp 11.030.582.000 |
Rencana Pembangunan Rumah Sakit tahun 2008
NO. | KEGIATAN | APBN | APBD | KET |
1 | Gedung Utama dan Penunjang - Lanjutan Pembangunan Gedung RS - Bangunan detoksifikasi dan tindakan NAPZA - Pemeliharaan alat radiologi | Rp 2.000.000.000 | ||
2 | Gedung Utama dan Penunjang - Rawat Imap Kelas III Pria - Rawat Inap Kelas III Wanita - Selasar penghubung - Pagar depan - Pagar samping dan belakang - Pengurungan halaman - Tempat parkir karyawan - Bangunan penunjang ; Wartel, fotocopy dan kantin - Pekerjaaan IPAL - Jaringan telpon dan PABX - Jaringan listrik ke ruangan - Jaringan PDAM Ke ruangan - Pengadaan hydrat | Rp 5.309.525.000 |
Rencana Tapan Pembangunan Rumah Sakit Tahun 2009
NO. | KEGIATAN | APBN | APBD | KET |
1 | Gedung Utama dan Penunjang - Bangunan Utama NAPZA : UGD, Lab, Klinik,Adm, Hall - Bangunan penunjang NAPZA - Selasar penghubung antar bangunan - Urugan - Siring penahan urugan - Pagar NAPZA - Taman | Rp 2.000.000.000 | ||
2 | Gedung Utama dan Penunjang - Bangunan Utama NAPZA : UGD, Lab, Klinik,Adm, Hall - Bangunan penunjang NAPZA - Selasar penghubung antar bangunan - Urugan - Siring penahan urugan - Pagar NAPZA - Taman | Rp 9.315.000.000 |
Tahapan Pembangunan Rumah Sakit Tahun 2010
NO. | KEGIATAN | APBN | APBD | KET |
1 | Gedung Utama dan Penunjang - Gedung Serbaguna - Mess Tamu - Mess Pria dan Wanita - Pengadaan Peralatan Medik dan Kedokteran | Rp 8.000.000.000 | ||
2 | Gedung Utama dan Penunjang - Guest house - Areal parkir - Pembuat lapangan sepak bola - Lapangan tennis - Lapangan Voley - Taman - Pengaspalan jalan masuk | Rp 10.000.000.000 |
RENCANA PENINGKATAN SDM
- Pelatihan Rehabilitasi NAPZA
- Pelatihan MPKP
- Pelatihan Managemen Keperawatan
- Klinik Instruktur
- Perawatan Psikogeriatri
- Perawatan Anak dan Remaja
- Magang ke RSKO
- Pelatihan Labolatorium NAPZA
- Pelatihan Farmasi
- Pelatihan Fisoterapi
- Pelatihan Gigi
- Quality Assurance Radiologi
- Pelatihan perbaikan sarana-prasarana
- Pelatihan kesehatan linkungan
- Pelatihan Psikologi Klinik















