Rajab Bersatunya Hati Pemerintah dan Masyarakat

RAJAB, BERSATUNYA HATI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT
Oleh Muhari (penulis Staf Biro Humas Setda Prov Kalsel-praktisi humas / radio)

Rajab adalah salah satu bulan yang sangat istimewa bagi Umat Islam. Selain di dalam bulan Rajab terjadi peristiwa bersejarah, juga dijadikan media untuk memaknai isra mi'raj. Pada momen Rajab ini, menjadi media terbaik bagi umat untuk bersilaturrahmi dan merekatkan persaudaraan. Disana, umat dapat menyatukan hati dan bersepakat menjalin persatuan dengan memperindah diri melalui amal shaleh yang terinspirasi dari hakikat peristiwa isra mi'raj.
Begitu pentingnya bulan Rajab, pemerintah pun memberi penanggalan merah setiap tanggal 27 Rajab, sebagai penghormatan terhadap umat Islam Indonesia untuk menyelami pesan – pesan kebaikan dari sebuah perjalanan Nabi dalam satu malam.
Perjalanan Nabi dari satu tempat suci ke tempat suci lainnya, mengisyaratkan tentang pentingnya melakukan wisata hati ketempat suci untuk menundukkan hati dari segala keangkuhan dan egoisme pribadi. Perjalanan itu juga dipahami sebagai wasilah untuk menjalankan aktifitas dengan sentuhan kemurnian hati yang terpaut dengan bisikan-bisikan kebaikan Tuhan.
Rajab, yang kaya dengan ruh kebaikan itu, juga menjadi ladang efektif bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membangun spritualitas umat dalam menghantarkan masyarakat relijius menjadi kuat dan berkualitas.
Gubernur Kalimantan Selatan memanfaatkan Rajab sebagai bulan silaturrahim dan dialog. Masyarakat dan pemimpinnya akan semakin akrab dan tanpa jarak setiap kali momen keagamaan digelar.
Untuk memanfaatkan Rajab sebagai bulan ritual – sakral, Gubernur tak jarang memenuhi undangan masyarakat untuk memperingati Isra Mi'raj sepanjang tidak ada agenda kegiatan. Rajab benar-benar menjadi fasilitas yang diberikan Allah untuk menyatukan hati antara masyarakat dan pemimpinnya. Pada bulan ini, Gubernur dapat berbicara soal pembangunan dan kemajuan daerah dengan dukungan masyarakat. Topik pembicaraan, selalu diarahkan bagaimana masyarakat mengerti soal program pemerintah, wabil khusus soal pembangunan bidang keagamaan.
Kendati kita sudah berpisah dengan Rajab, catatan penting yang menggores dalam hati dan pikiran tetap membawa makna tersendiri bagi sebuah relasi hati antara pemerintah dan masyarakat. Disinilah penulis, mencoba membuat unek-unek soal bagaimana Rajab menjadi lem perekat terhadap hubungan yang harmonis.

Dalam penanggalan Hijriyah, bulan Rajab adalah bulan ke- 7. Beberapa pesan dan keisitmewaan bulan Rajab diantaranya:
1. Memuliakanlah bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.
2. Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran keatas semua kalam (perkataan).
3. Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari syurga.
4. Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang ber puasa itua.Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal.Terlepas daripada dahaga di akhirat.
5. Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.
6. Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar,dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan – "Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi'raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa."
7. Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya'ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.
8. Kemuliaan Rajab dengan malam Isra' Mi'rajnya, Sya'ban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.
9. Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus), sedangkan puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.
10. Puasa 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).
11. Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup dari padanya 7 pintu neraka.
12. Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.
13. Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Asyhurul Hurum, sebuah bulan yang dimuliakan selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram. Puasa dalam bulan Rajab sebagaimana bulan mulia lain, hukumnya adalah sunnah. Diriwayatkan dari mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah SAW bersabda, "Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia)." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
14. Banyak sekali keistimewaan yang diperoleh apabila kita mau menunaikan puasa Rajab, Salah Satunya ". Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya." HR. At-Thabrani

Isra Mi'raj adalah salah satu peristiwa yang paling bersejarah dan monumental dalam perjalanan kenabian Rasulullah SAW. Isra' Mi'raj merupakan bagian dari transformasi spiritual tetapi juga transformasi sosial. Transformasi spiritual mengajarkan untuk senantiasa taat, tunduk, dan patuh kepada apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Tuhan Yang maha Kuasa.
Dan transformasi sosial, mengajak umat untuk senantiasa melakukan perubahan; dari kesalahan menuju kesalehan; dari jalan gelap menuju terang; dan dari keterbelakangan menuju kemajuan.
Esensi peringatan Isra' Mi'raj adalah membangun dan mengembangkan peradaban Islam--Islamic civilization. Peradaban Islam yang mengedepankan perdamaian, keadilan, keseimbangan, toleransi, dan persamaan. Semuanya itu bertumpu pada konsep "rahmatan lil alamin". Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam.
Esensi Isra' Mi'raj juga juga meningkatkan solidaritas umat dalam menjaga dan memelihara harmoni dalam kehidupan, serta kehidupan yang harmonis dan serasi dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan yang majemuk.
Peristiwa Isra' Mi'raj yang dijalani oleh Nabi Muhammad SAW—dalam perjalanan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidhratul Muntaha—merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Rasulullah dan umat Islam, sebuah peristiwa yang sarat dengan nilai-nilai imaniah, kemuliaan jiwa, dan kesucian rohani. Dan peristiwa tersebut telah membawa Nabi Muhammad SAW pada kesempurnaan derajat sebagai insan pari-purna.
Ada dua pesan penting Isra' Mi'ra. Pertama, mengenang perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam, utamanya dalam menegakkan shalat; dan kedua, meneladani perjuangannya yang amat berat untuk membangun umat, bangsa, dan negara melalui transformasi spiritual dan transformasi sosial. Tugas kita adalah membangun komitmen dan kesadaran untuk mencontoh dan meneladani apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Nilai dan pelajaran yang dapat di petik dari perjuangan Rasulullah SAW dalam mengatasi ujian dan cobaan yang maha berat adalah dengan sabar, tegar, tawakal, dan tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pemerintah daerah merupakan daerah otonom yang dapat menjalankan urusan pemerintahan dengan seluas-luasnya serta mendapat hak untuk mengatur kewenangan pemerintahan kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintahan pusat.
Dalam UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pasal 1 ayat 2, berbunyi "Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi yang seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945".
Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, khususnya pemerintahan daerah, sangat bertalian erat dengan beberpa asas dalam pemerintahan suatu negara, yakni asas sentralisasi, asas sentralisasi, asas desentralisasi, asas desentralisasi, asas dekonsentrasi, asas dekonsentrasi asas tugas pembantuan.
Ide desentralisasi yang terwujud dalam konsep otonomi daerah sangat terkait dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu dalam desentralisasi terdapat 3 (tiga) dimensi utama, yaitu:
1. Dimensi ekonomi, rakyat memperoleh kesempatan dan kebebasan untuk mengembangkan kegiatan ekonominya sehingga mereka secara relatif melepaskan ketergantungannya terhadap bentuk-bentuk intervensi pemerintah, termasuk didalamnya mengembangkan paradigma pembangunan yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan. Dalam konteks ini, eksploitasi sumber daya dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas, dilakukan oleh masyarakat lokal;
2. Dimensi politik, yakni berdayanya masyarakat secara politik, yaitu ketergantungan organisasi-organisasi rakyat dari pemerintah;
3. Dimensi psikologis, yakni perasaan individu yang terakumulasi menjadi perasaan kolektif (bersama) bahwa kebebasan menentukan nasib sendiri menjadi sebuah keniscayaan demokrasi. Tidak ada perasaan bahwa "orang pusat" lebih hebat dari "orang daerah" dan sebaliknya.

Fungsi desentralisasi sebenarnya mengurangi atau menghilangkan penumpukan kekuasaan (concentration of power) pada satu pihak saja, yakni Pemerintah Pusat. Dan dengan desentralisasi diharapkan terjadi distribusi kekuasaan (distribution of power) maupun transfer kekuasaan (transfer of power) dan terciptannya pelayanan masyarakat (public services) yang efektif, efisien dan ekonomis serta terwujudnya pemerintahan yang demokratis (democratic government) sebagai model pemerintahan modern serta menghindari lahirnya pemerintahan sentralistik yang sebenarnya sudah tidak populer. Pemerintahan sentralistik menjadi tidak popular karena tidak mampu memahami dan menterjemahkan secara cepat dan tepat nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di daerah, serta kurangnya pemahaman terhadap sentiment lokal. Salah satu alasan karena warga masyarakat merasa lebih aman dan tentram dengan badan pemerintah lokal yang lebih mengetahui keinginan, aspirasi dan kepentingan masyarakat daerah, serta lebih baik secara fisik dan juga secara psikologis.
Desentralisasi diselenggarakan untuk mewakili kepentingan nasional. Desentralisasi diselenggarakan untuk mewakili kepentingan masyarakat setempat (lokal) di daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengingat masyarakat tiap masyarakat lokal memiliki keunikan masing-masing, dengan demikian hanya cocok jika instrumen desentralisasi diterapkan.
Desentralisasi menurut berbagai pakar memiliki segi positif, diantaranya : secara ekonomi, meningkatkan efisiensi dalam penyediaan jasa dan barang publik yang dibutuhkan masyarakat setempat, megurangi biaya, meningkatkan output dan lebih efektif dalam penggunaan sumber daya manusia. Secara politis, desentralisasi dianggap memperkuat akuntabilitas, political skills dan integrasi nasional. Desentralisasi lebih mendekatkan pemerintah dengan masyarakatnya, memberikan/menyediakan layanan lebih baik, mengembangkan kebebasan, persamaan dan kesejahteraan.
Untuk mewujudkan kesejahteraan, kreatifitas program dan pendekatan kepada masyarakat sangat penting dalam memuluskan tujuan pembangunan. Semisal program bidang keagamaan, merupakan pemberdayaan masyarakat yang sangat strategis dalam memuluskan setiap program lainnya.
Fondasi bidang keagamaan, adalah memantapkan pembinaan mental masyarakat sehingga partisipasi publik dalam pembangunan benar-benar terlaksana. Saya kira, jika semua komponen tergugah hati secara bersama-sama mendukung pembangunan maka cita-cita kesejahtraan akan menjadi sebuah realita, bukan mimpi.
Rajab sebagai even keagamaan adalah salah satu pintu masuk bagi pemerintah dalam melaksanakan komunikasi efektif dengan masyarakat melalui pesan pembangunan yang memberdayakan dan mengayomi.
Rajab Menyatukan Hati Gubernur-Masyarakat
Dalam catatan saya, Pemerintah Provinsi sangat fokus memperhatikan kegiatan keagamaan seperti halnya peringatan isra mi'raj. Forum keagamaan ini, dimanfaatkan Gubernur untuk mendekatkan hati bersama masyarakat. Dari hati ke hati, masyarakat dan pemimpinnya dapat berbicara tanpa batas.

Gubernur juga dapat menyentuh hati masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan dan kehormanisan hidup dengan memelihara persaudaraan dan stabilitas keamanan dengan baik. Hanya dengan situasi kondusif, maka dipastikan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Dan keaamanan kata mantan Bupati Banjar ini, adalah sarat mutlak terealisasinya kesejahtraan rakyat.
Saya kira, momen ini, menjadi ruang komunikasi efektif bagi kepala daerah untuk menyapa masyarakat dengan bahasa verbal dan kemanusiaan. Ajakan dan pesan Gubernur sangat penting untuk membangkitkan etos dan motivasi masyarakat dalam partisipasi pembangunan.
Dan pesan terindah Gubernur setiap momen isra mi'raj adalah pentingnya masyarakat menjaga tiang agama berupa shalat lima waktu. Shalat adalah mi'raj nya umat beriman. Shalat adalah media komunikasi dengan sang Khalik. Melalui shalat, dapat membentuk pribadi yang anggun dan mempesona. Tentu selain shalat, upaya lain adalah bagaimana membersihkan membasuh hati dengan mengikis dosa dan kekhilafan melalui istighfar dan pintu taubat.
Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah media yang paling baik untuk memantapkan kesungguhan kita me mi'raj kan hati, dengan berbuat dan mengabdi kepada Allah SWT, melalui prestasi dan karya terbaik untuk kemajuan banua tercinta. (muhari)

RAJAB, BERSATUNYA HATI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

Oleh Muhari (penulis Staf Biro Humas Setda Prov Kalsel-

praktisi humas / radio)

Pendahuluan

Rajab adalah salah satu bulan yang sangat istimewa bagi Umat Islam. Selain di dalam bulan Rajab terjadi peristiwa bersejarah, juga dijadikan media untuk memaknai isra mi’raj. Pada momen Rajab ini, menjadi media terbaik bagi umat untuk bersilaturrahmi dan merekatkan persaudaraan. Disana, umat dapat menyatukan hati dan bersepakat menjalin persatuan dengan memperindah diri melalui amal shaleh yang terinspirasi dari hakikat peristiwa isra mi’raj.

Begitu pentingnya bulan Rajab, pemerintah pun memberi penanggalan merah setiap tanggal 27 Rajab, sebagai penghormatan terhadap umat Islam Indonesia untuk menyelami pesan – pesan kebaikan dari sebuah perjalanan Nabi dalam satu malam.

Perjalanan Nabi dari satu tempat suci ke tempat suci lainnya, mengisyaratkan tentang pentingnya melakukan wisata hati ketempat suci untuk menundukkan hati dari segala keangkuhan dan egoisme pribadi. Perjalanan itu juga dipahami sebagai wasilah untuk menjalankan aktifitas dengan sentuhan kemurnian hati yang terpaut dengan bisikan-bisikan kebaikan Tuhan.

Rajab, yang kaya dengan ruh kebaikan itu, juga menjadi ladang efektif bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membangun spritualitas umat dalam menghantarkan masyarakat relijius menjadi kuat dan berkualitas.

Gubernur Kalimantan Selatan memanfaatkan Rajab sebagai bulan silaturrahim dan dialog. Masyarakat dan pemimpinnya akan semakin akrab dan tanpa jarak setiap kali momen keagamaan digelar.

Untuk memanfaatkan Rajab sebagai bulan ritual – sakral, Gubernur tak jarang memenuhi undangan masyarakat untuk memperingati Isra Mi’raj sepanjang tidak ada agenda kegiatan. Rajab benar-benar menjadi fasilitas yang diberikan Allah untuk menyatukan hati antara masyarakat dan pemimpinnya. Pada bulan ini, Gubernur dapat berbicara soal pembangunan dan kemajuan daerah dengan dukungan masyarakat. Topik pembicaraan, selalu diarahkan bagaimana masyarakat mengerti soal program pemerintah, wabil khusus soal pembangunan bidang keagamaan. 

Kendati kita sudah berpisah dengan Rajab, catatan penting yang menggores dalam  hati dan pikiran tetap membawa makna tersendiri bagi sebuah relasi hati antara pemerintah dan masyarakat. Disinilah penulis, mencoba membuat unek-unek soal bagaimana Rajab menjadi lem perekat terhadap hubungan yang harmonis.  

Makna dan Keistimewaan Perjalanan

Dalam penanggalan Hijriyah, bulan Rajab adalah bulan ke- 7. Beberapa pesan dan keisitmewaan bulan Rajab diantaranya:

1.    Memuliakanlah bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.

2.    Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-Quran keatas semua kalam (perkataan).

3.    Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari syurga.

4.    Bulan Rajab Syahrullah (bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Puasa dalam bulan Rajab, wajib bagi yang ber puasa itua.Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara Allah umurnya yang tinggal.Terlepas daripada dahaga di akhirat.

5.    Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan pada akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.

6.    Siapa bersedekah dalam bulan Rajab, seperti bersedekah seribu dinar,dituliskan kepadanya pada setiap helai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu derjat, dihapus seribu kejahatan – “Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab/ Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa.”

7.    Bulan Rajab bulan Allah, bulan Sya’ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.

8.    Kemuliaan Rajab dengan malam Isra’ Mi’rajnya, Sya’ban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.

9.    Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus), sedangkan puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.

10. Puasa 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang yang menghalangnya ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).

11. Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup dari padanya 7 pintu neraka.

12. Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi Allah dalam syurga.

13. Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Asyhurul Hurum, sebuah bulan yang dimuliakan selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Puasa dalam bulan Rajab sebagaimana bulan mulia lain, hukumnya adalah sunnah. Diriwayatkan dari mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah SAW bersabda, “Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

14. Banyak sekali keistimewaan yang diperoleh apabila kita mau menunaikan puasa Rajab, Salah Satunya “. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.” HR. At-Thabrani

Esensi Isra Mi’raj

Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa yang paling bersejarah dan monumental dalam perjalanan kenabian Rasulullah SAW.  Isra’ Mi’raj merupakan bagian dari transformasi spiritual tetapi juga transformasi sosial. Transformasi spiritual mengajarkan untuk senantiasa taat, tunduk, dan patuh kepada apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Tuhan Yang maha Kuasa.

Dan transformasi sosial, mengajak umat untuk senantiasa melakukan perubahan; dari kesalahan menuju kesalehan; dari jalan gelap menuju terang; dan dari keterbelakangan menuju kemajuan. 

Esensi peringatan Isra’ Mi’raj adalah membangun dan mengembangkan peradaban Islam--Islamic civilization. Peradaban Islam yang mengedepankan perdamaian, keadilan,  keseimbangan, toleransi, dan persamaan. Semuanya itu bertumpu pada konsep ”rahmatan lil alamin”. Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam.

Esensi Isra’ Mi’raj juga juga meningkatkan solidaritas umat  dalam menjaga  dan memelihara harmoni dalam kehidupan, serta kehidupan yang harmonis dan serasi dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan yang majemuk. 

Peristiwa Isra’ Mi’raj yang dijalani oleh Nabi Muhammad SAW—dalam perjalanan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidhratul Muntaha—merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Rasulullah dan umat Islam, sebuah peristiwa yang sarat dengan nilai-nilai imaniah, kemuliaan jiwa, dan kesucian rohani. Dan peristiwa tersebut telah membawa Nabi Muhammad SAW pada kesempurnaan derajat sebagai insan pari-purna. 

Ada dua pesan penting Isra’ Mi’ra. Pertama, mengenang perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam, utamanya dalam menegakkan shalat; dan kedua, meneladani perjuangannya yang amat berat untuk membangun umat, bangsa,  dan negara melalui transformasi spiritual dan transformasi sosial. Tugas kita adalah membangun komitmen dan kesadaran untuk mencontoh dan meneladani apa yang telah  dilakukan oleh Rasulullah SAW.  

Nilai dan pelajaran yang dapat di petik dari perjuangan Rasulullah SAW dalam mengatasi ujian dan cobaan yang maha berat adalah dengan sabar, tegar, tawakal, dan tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Fungsi Pemerintah

Pemerintah daerah merupakan daerah otonom yang dapat menjalankan urusan pemerintahan dengan seluas-luasnya serta mendapat hak untuk mengatur kewenangan pemerintahan kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintahan pusat.

Dalam  UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pasal 1 ayat 2, berbunyi “Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi yang seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.

Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, khususnya pemerintahan daerah, sangat bertalian erat dengan beberpa asas dalam pemerintahan suatu negara, yakni  asas sentralisasi, asas sentralisasi, asas desentralisasi, asas desentralisasi, asas dekonsentrasi, asas dekonsentrasi asas tugas pembantuan.

Ide desentralisasi yang terwujud dalam konsep otonomi daerah sangat terkait dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu dalam desentralisasi terdapat 3 (tiga) dimensi utama, yaitu:

1.     Dimensi ekonomi, rakyat memperoleh kesempatan dan kebebasan untuk mengembangkan kegiatan ekonominya sehingga mereka secara relatif melepaskan ketergantungannya terhadap bentuk-bentuk intervensi pemerintah, termasuk didalamnya mengembangkan paradigma pembangunan yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan. Dalam konteks ini, eksploitasi sumber daya dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas, dilakukan oleh masyarakat lokal;

2.     Dimensi politik, yakni berdayanya masyarakat secara politik, yaitu ketergantungan organisasi-organisasi rakyat dari pemerintah;

3.     Dimensi psikologis, yakni perasaan individu yang terakumulasi menjadi perasaan kolektif (bersama) bahwa kebebasan menentukan nasib sendiri menjadi sebuah keniscayaan demokrasi.  Tidak ada perasaan bahwa “orang pusat” lebih hebat dari “orang daerah” dan sebaliknya.

Fungsi desentralisasi sebenarnya mengurangi atau menghilangkan penumpukan kekuasaan (concentration of power) pada satu pihak saja, yakni Pemerintah Pusat. Dan dengan desentralisasi diharapkan terjadi distribusi kekuasaan (distribution of power) maupun transfer kekuasaan (transfer of power) dan terciptannya pelayanan masyarakat (public services) yang efektif, efisien dan ekonomis serta terwujudnya pemerintahan yang demokratis (democratic government) sebagai model pemerintahan modern serta menghindari lahirnya pemerintahan sentralistik yang sebenarnya sudah tidak populer. Pemerintahan sentralistik menjadi tidak popular karena tidak mampu memahami dan menterjemahkan secara cepat dan tepat nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di daerah, serta kurangnya pemahaman terhadap sentiment lokal. Salah satu alasan karena warga masyarakat merasa lebih aman dan tentram dengan badan pemerintah lokal yang lebih mengetahui keinginan, aspirasi dan kepentingan masyarakat daerah, serta lebih baik secara fisik dan juga secara psikologis.

Desentralisasi diselenggarakan untuk mewakili kepentingan nasional. Desentralisasi diselenggarakan untuk mewakili kepentingan masyarakat setempat (lokal) di daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengingat masyarakat tiap masyarakat lokal memiliki keunikan masing-masing, dengan demikian hanya cocok jika instrumen desentralisasi diterapkan.

Desentralisasi menurut berbagai pakar memiliki segi positif, diantaranya : secara ekonomi, meningkatkan efisiensi dalam penyediaan jasa dan barang publik yang dibutuhkan masyarakat setempat, megurangi biaya, meningkatkan output dan lebih efektif dalam penggunaan sumber daya manusia. Secara politis, desentralisasi dianggap memperkuat akuntabilitas, political skills dan integrasi nasional. Desentralisasi lebih mendekatkan pemerintah dengan masyarakatnya, memberikan/menyediakan layanan lebih baik, mengembangkan kebebasan, persamaan dan kesejahteraan.

Untuk mewujudkan kesejahteraan, kreatifitas program dan pendekatan kepada masyarakat sangat penting dalam memuluskan tujuan pembangunan. Semisal program bidang keagamaan, merupakan pemberdayaan masyarakat yang sangat strategis dalam memuluskan setiap program lainnya.

Fondasi bidang keagamaan, adalah memantapkan pembinaan mental masyarakat sehingga partisipasi publik dalam pembangunan benar-benar terlaksana. Saya kira, jika semua komponen tergugah hati secara bersama-sama mendukung pembangunan maka cita-cita kesejahtraan akan menjadi sebuah realita, bukan mimpi.  

Rajab sebagai even keagamaan adalah salah satu pintu masuk bagi  pemerintah dalam melaksanakan komunikasi efektif dengan masyarakat melalui pesan pembangunan yang memberdayakan dan mengayomi.

Rajab Menyatukan Hati Gubernur-Masyarakat

          Dalam catatan saya, Pemerintah Provinsi sangat fokus memperhatikan kegiatan keagamaan seperti halnya peringatan isra mi’raj. Forum keagamaan ini, dimanfaatkan Gubernur untuk mendekatkan hati bersama masyarakat. Dari hati ke hati, masyarakat dan pemimpinnya dapat berbicara tanpa batas. 

          Gubernur juga dapat menyentuh hati masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan dan kehormanisan hidup dengan memelihara persaudaraan dan stabilitas keamanan dengan baik. Hanya dengan situasi kondusif, maka dipastikan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Dan keaamanan kata mantan Bupati Banjar ini, adalah sarat mutlak terealisasinya kesejahtraan rakyat.

          Saya kira, momen ini, menjadi ruang komunikasi efektif bagi kepala daerah untuk menyapa masyarakat dengan bahasa verbal dan kemanusiaan. Ajakan dan pesan Gubernur sangat penting untuk membangkitkan etos dan motivasi  masyarakat dalam partisipasi pembangunan.

          Dan pesan terindah Gubernur setiap momen isra mi’raj adalah pentingnya masyarakat menjaga tiang agama berupa shalat lima waktu. Shalat adalah mi’raj nya umat beriman. Shalat adalah media komunikasi dengan sang Khalik. Melalui shalat, dapat membentuk pribadi yang anggun dan mempesona. Tentu selain shalat, upaya lain adalah bagaimana membersihkan membasuh hati dengan mengikis dosa dan kekhilafan melalui istighfar dan pintu taubat.

          Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah media yang paling baik untuk memantapkan kesungguhan kita me mi’raj kan hati,  dengan berbuat dan mengabdi kepada Allah SWT, melalui prestasi dan karya terbaik untuk kemajuan banua tercinta.  (muhari)