Provinsi Kalimantan Selatan

Gubernur Kalsel Lantik Direktur Operasional Bank Kalsel Baru

Artikel →

Direktur Operasional Bank Kalsel yang baru, Ahmad Fatrya Putra (kiri) menandatangani berita acara pelantikan Direktur Operasional Bank Kalsel yang disaksikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (kanan) di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (17/7/2019). MC Kalsel/Jml ...

Lanjut Membaca →

Gubernur : Fungsi Media Sebagai Informasi Kemasyarakat

Artikel →

Gubernur Provinsi Kalsel H. Sahbirin Noor menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan ruang Press Room Pemprov Kalsel sekaligus lounching program ngupi bareng paman birin di Kantor Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru Rabu (17/7/2019). MC Kalsel/Fuz ...

Lanjut Membaca →

Bangun Budaya Kerja Yang Baik Untuk Kalsel Mapan

Artikel →

Apel Hari kesadaran Nasional di halaman kantor Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (17/7/2019). MC Kalsel/tgh  ...

Lanjut Membaca →

Gubernur Lemhannas RI : ToT Ciptakan Kader Berwawasan Nilai Kebangsaan

Artikel →

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Dosen, Guru dan Widyaiswara di hotel Rattan Inn Banjarmasin, Selasa (16/7/2019). Gubernur berharap pelatihan ini membawa manfaat bagi masyarakat luas khususnya Kalsel agar bersama-sama bergerak dan bekerja untuk mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang rajin dan pandai. MC Kalsel/Ar  ...

Lanjut Membaca →

Rakorwil TPID se-Kalimantan – Sinergi Kerjasama Antardaerah dan Inovasi Program Pengendalian Inflasi Kalimantan

Artikel →

Sinergi dan inovasi menjadi pokok pembahasan Rakorwil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan. Kolaborasi antar sesama provinsi di Kalimantan dapat menciptakan sinergi yang saling mendukung terkait supply dan value chain (rantai pasokan) antara provinsi. Bentuk dari sinergi itu dapat berupa penyedian pasokan dalam pengendalian inflasi maupun saling mendukung dalam penciptaan nilai tambah. ...

Lanjut Membaca →

DIALOG NASIONAL PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA: BAPPENAS DISKUSIKAN KESIAPAN KALSEL

Artikel →

[Foto] Halalbihalal Pakuwojo Banjarmasin

Artikel →

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris mewakili Gubernur Kalsel memberikan sambutan pada halalbihalal Pakuwojo Banjarmasin di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Minggu (14/7/2019). Haris berharap Pakuwojo Banjarmasin dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan di Kalsel. MC Kalsel/Ar ...

Lanjut Membaca →

IPNU Kalsel Garda Terdepan Organisasi Kepemudaan

Artikel →

Ketua Pengurus Wilayah IPNU Kalsel periode 2017-2019, Maulana Nur (kiri) bersama Sekda Kalsel, Abdul Haris (dua kiri) foto bersama usai pembukaan Konferensi Wilayah ke-13 IPNU Kalsel di aula Mapenda Kementerian Agama Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (13/7/2019). MC Kalsel/Ar ...

Lanjut Membaca →

Gubernur Kalsel Lantik Direktur Operasional Bank Kalsel Baru

Gubernur : Fungsi Media Sebagai Informasi Kemasyarakat

Bangun Budaya Kerja Yang Baik Untuk Kalsel Mapan

Gubernur Lemhannas RI : ToT Ciptakan Kader Berwawasan Nilai Kebangsaan

Rakorwil TPID se-Kalimantan – Sinergi Kerjasama Antardaerah dan Inovasi Program Pengendalian Inflasi Kalimantan

DIALOG NASIONAL PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA: BAPPENAS DISKUSIKAN KESIAPAN KALSEL

[Foto] Halalbihalal Pakuwojo Banjarmasin

IPNU Kalsel Garda Terdepan Organisasi Kepemudaan

Layanan Publik
Sistem Informasi

Informasi Geografis

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.

Keanekaragaman Hayati

Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.

Sumber Daya Alam

Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.

Tenaga Kerja

Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).

Selayang Pandang

Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.
Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.
Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha) Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha) Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll.
Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20% tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59%. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20% adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66%), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92%) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61%). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80% yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35%) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45%).